8bit music player
by seer on Jun.29, 2010, under My gadgets
When I saw the 1-Bit Symphony, it gave me a new view to the case and arrangement of the circuit. But in technological perspective, the 8 pin IC can do more than mixing the triangle and square waves. I mixed it with chan’s “Simple SD Audio Player”.
The circuit can be laid out on a small piece of single side board. The micro controller read the value of the music from the PCM files in the micro SD card. And the value is converted to the duty cycle of the fast PWM outputs. Although this is a digital signal, but the inductor in the earphones and the capacitors act as a 2 order low pass filter. Then we are able to hear the songs played by the chip. This method is significantly efficient because no power is wasted on resistors. If the potentiometer is set to zero, the sound from the earphones is loud enough to be heard in a far distance.
The board is powered by a 1700mah lithium battery which can work for 85 hours at 20ma consumption. The 20Kohm potentiometer is used to control the volume to a comfortable level. All parts are pasted in a floppy disk case which is much smaller than the 12cm CD case. This make the player suitable to every day’s carry. Also the quality of the playback is not inferior to a commercial mp3 player.
program dvd
MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389 BAGIAN II
PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
Untuk memprogram/mengeflash MPEG dengan chip MT1389xx, dibutuhkan peralatan-peralatan sebagai berikut :
Perangkat Keras (Hardware)
- Satu perangkat PC/laptop dengan OS windowsXP dengan fasilitas minimal ada port serial (COM) yang bebas. COM tersebut harus mampu diset pada kecepatan 115200 bps.
- Satu unit RS-232 to LogicLevel converter.
- Power supply 5V/2A yang sudah distabilkan untuk memberi tegangan pada MPEG yang diprogram.
- Jika komputer/PC tidak ada port serial (COM), tetapi ada USB, dibutuhkan satu interface USB to RS-232 converter. Cara penyambungannya (USB) – (USB to RS-232) – (RS-232 to LogicLevel converter)
RS-232 to LogicLevel Converter, bisa didapatkan di toko peralatan perbaikan handphone. Biasanya digunakan untuk mengisi ringtone HP jenis lama (jadul sekelas Siemen M35 atau Nokia 3315). Perangkat/kabel interface tersebut murni RS-232 to LogicLevel Converter dengan catu daya diambilkan dari port COM pada PC.
Atau, jika ingin membuat sendiri, ada dua alternatif skema RS-232 to LogicLevel converter yang telah teruji bisa digunakan, jenis dan skemanya sebagai berikut:
- Menggunakan IC MAX232. IC ini dapat ditemukan di toko-toko elektronik dengan spesialisasi digital, harga sekitar Rp 10.000,-.
- Menggunakan transistor. Walaupun rangkaian berikut berkesan murah dan sederhana, tetapi sudah cukup bagus untuk memprogram MT1389.
Dua rangkaian tersebut mengambil catu daya dari MPEG board (3V3). Untuk dapat bekerja dengan normal, gunakan kabel head (terbungkus ground) dengan panjang kurang dari 150 cm (1,5 m).
USB to RS-232 Converter/cable, dapat diperoleh di toko-toko penjual peralatan komputer. Jangan lupa install drivernya dan sesuaikan nomor COMnya (contoh COM1).
Perangkat Lunak (software)
Penulis menggunakan perangkat lunak mtkTOOL versi 2.42.12, silahkan download pada link berikut http://monitor.net.ru/forum/files/mtktool_2.42.12_734.rar
Setelah didownload, extract pada folder tersendiri, tidak perlu diinstall, untuk menjalankan program tinggal dobel klik MTKTool.exe
--masih bersambung.
--pertanyaan, saran dan masukan membangun silahkan isi pada bagian comment, terima kasih.
PERHATIAN
Artikel ini dibuat bukan untuk pemula. Pemrograman ulang mpeg DVD dapat menyebabkan rusaknya MPEG dvd, semua resiko ditanggung sendiri.
PENDAHULUAN
MT1389 adalah chip prosesor dvd decoder yang banyak digunakan pada peralatan DVD player buatan Mediatek. Semua bagian controller dan decoder untuk peralatan player DVD sudah masuk didalamnya, antara lain : CPU yang berbasis 8031/2 (51 assember language), RISC interface, servo controller, Audio DSP, MPEG4, MPEG1/2, JPEG decoder, USB controller, RS-232 controller, Output DAC, General Purpose IO (GPIO) dan lain-lain. Dengan sistem yang all-in one tersebut, memungkinkan untuk membuat sebuah decoder/player DVD dalam ukuran yang mini dan hanya dengan single chip controller.
MPEG board yang menggunakan chip tersebut banyak sekali ditemukan dipasaran dan tentunya banyak dipakai pada merk-merk terkenal maupun tidak karena nilai ekonomisnya.
Sebelum melangkah lebih jauh, pernahkan pembaca mendengar atau mungkin pernah bertanya :
- Barangnya sama tetapi remot/tombol gak cocok?
- Barangnya sama tetapi logo tidak sama?
- Barangnya sama tetapi fasilitasnya berbeda, yang satu ada usb yang lain tidak?
Seperti sistem embed lainnya, untuk bisa bekerja dengan normal, prosesor ini perlu menggunakan memory ROM dan RAM eksternal. ROM dipakai untuk menempatkan program yang akan dijalankan oleh prosesor tersebut (mudahnya kalau pada PC = harddisknya), program yang tersimpan dalam ROM tersebut lazim/umumnya disebut FirmWare.
Cara memprogram mpeg DVD ada beberapa cara yaitu :
- Menggunakan flash programmer eksternal, dengan melepaskan ic, diprogram, terus dipasang lagi dan dicoba.
- Menggunakan playernya sendiri dengan CD yang berisi file ROM-nya (upgrade CD). Cara ini hanya bisa digunakan jika player dalam keadaan normal.
- Dengan PC/komputer. Dipasaran sering dijumpai IC flash/ROM yang disolder langsung pada PCB, bagaimana cara programnya?
Selain MT1389 buatan Mediatek, ada chip-chip lain yang sejenis buatan Sunplus, Zoran, Samsung dan lain-lain. Prosesor-prosesor tersebut dapat diprogram ulang dengan PC. Tetapi penulis hanya akan mengulas MT1389 saja.
Dalam artikel ini, terdapat beberapa bagian yaitu :
Bagian I Pendahuluan,
Bagian II Peralatan yang Dibutuhkan,
Bagian III Pemrograman,
dan terakhir bagian IV Mengupas Firmware MT1389.
program dvd
MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389
BAGIAN III
PEMROGRAMAN
LOKASI PIN/PORT PEMROGAMAN PADA MPEG BOARD
Anda bisa mencari pin/konektor pada MPEG board dengan pin terdiri dari GND, TX, RX, dan GND (biasanya pada sisi belakang PCB). Kadangkala ada juga MPEG Mediatek yang tidak terdapat keterangan nama pin (hanya terdiri dari pin-pin kosong atau pin-pin TP). Jika Anda menemukan MPEG Mediatek yang berjenis ini, untuk pin TX dan RX dapat ditemukan dengan mengurut jalur dari IC pin 106=RXD, 107=TXD pada IC MT1389 256 pin/kaki.
PERALATAN PENGGANTI
Peralatan-peralatan tersebut sudah pernah penulis pakai dengan hasil yang cukup memuaskan. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini banyak ditemukan komputer yang tidak memakai/memfasilitasi dengan interface COM, yang ada hanya USB. Untuk itu, penulis saat ini menggunakan kabel modem untuk HP nokia dengan type DKU-5 buatan china/prolific. Kabel tersebut murni USB to RS-232 converter dengan output LogicLevel, jadi tidak perlu menggunakan RS-232 to LogicLevel converter (ouputnya dapat langsung dikoneksikan ke MPEG secara langsung). Pemasangannya pun lebih mudah, tinggal install drivernya, set nomor COMnya, konekkan ke MPEG dan colokkan ke USB.
Kabel tersebut banyak di jual di konter-konter servis HP atau toko-toko peralatan hape dan komputer. Penulis membeli kabel DKU-5 yang murah/biasa seharga Rp 35.000. Kalau harga kabel DKU-5 yang asli atau kualitas bagus, bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
KONEKSI PERALATAN
Jika Anda menggunakan salah satu interface RS-232 to LogicLevel seperti skema yang diulas pada bagian 2 dengan cara menghubungkan konektor DB9F ke konektor COM1 yang tersedia di komputer. Jika komputer tidak tersedia interface COM, Anda bisa menghubungkan input DB9F ke output USB to RS-232 converter terlebih dahulu, kemudian input USB to RS-232 dicolokkan ke USB yang bebas/kosong. Sedangkan koneksi ke-MPEG-nya disesuaikan dengan skema.
Jika Anda menggunakan RS-232 to LogicLevel yang dipakai untuk mengisi ringtone HP tipe lama :
Untuk lebih jelasnya, lihat gambar/ilustrasi berikut :

Gambar 1: atas: kabel RS-232 to LogicLevel converter untuk mengisi ringtone HP tipe lama (M35/NOK3315), bawah: kabel USB to RS-232 converter.

Gambar 2: close up koneksi kabel.

Gambar 3: koneksi yang dipakai penulis sampai sekarang, menggunakan DKU-5.
MULAI MEMPROGRAM
Setelah semua koneksi sudah dikoreksi ulang, sekarang saatnya menjalankan program untuk mengeflash. Sebelumnya, hidupkan MPEG board dengan memberi supply 5V kemudian jalankan aplikasi MTKtool.exe (link download ada pada bagian 2), jika COM dan koneksi telah diset dengan benar, akan muncul jendela aplikasi MTKTool seperti berikut:

Penjelasan fungsi menu/tombol sebagai berikut:
Dalam urusan pemrograman/flashing, backup data adalah langkah yang harus dilaksanakan, tujuannya untuk mengecek apakah koneksi sudah sesuai/cocok sekaligus untuk menyimpan file hasil bacaan dari flash EEPROM yang terdapat MPEG (membaca firmware). Sedangkan langkahnya :

Gambar : proses backup/pembacaan yang berjalan mulus.
FLASH UPGRADE/MEMPROGRAM
Sebelum mengeflash sebuah MPEG DVD, sebaiknya backup dulu firmware pada MPEG yang akan diprogram!!!

Gambar : proses upgrade 100%
CATATAN
BAGIAN III
PEMROGRAMAN
LOKASI PIN/PORT PEMROGAMAN PADA MPEG BOARD
Anda bisa mencari pin/konektor pada MPEG board dengan pin terdiri dari GND, TX, RX, dan GND (biasanya pada sisi belakang PCB). Kadangkala ada juga MPEG Mediatek yang tidak terdapat keterangan nama pin (hanya terdiri dari pin-pin kosong atau pin-pin TP). Jika Anda menemukan MPEG Mediatek yang berjenis ini, untuk pin TX dan RX dapat ditemukan dengan mengurut jalur dari IC pin 106=RXD, 107=TXD pada IC MT1389 256 pin/kaki.
PERALATAN PENGGANTI
Peralatan-peralatan tersebut sudah pernah penulis pakai dengan hasil yang cukup memuaskan. Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini banyak ditemukan komputer yang tidak memakai/memfasilitasi dengan interface COM, yang ada hanya USB. Untuk itu, penulis saat ini menggunakan kabel modem untuk HP nokia dengan type DKU-5 buatan china/prolific. Kabel tersebut murni USB to RS-232 converter dengan output LogicLevel, jadi tidak perlu menggunakan RS-232 to LogicLevel converter (ouputnya dapat langsung dikoneksikan ke MPEG secara langsung). Pemasangannya pun lebih mudah, tinggal install drivernya, set nomor COMnya, konekkan ke MPEG dan colokkan ke USB.
Kabel tersebut banyak di jual di konter-konter servis HP atau toko-toko peralatan hape dan komputer. Penulis membeli kabel DKU-5 yang murah/biasa seharga Rp 35.000. Kalau harga kabel DKU-5 yang asli atau kualitas bagus, bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
KONEKSI PERALATAN
Jika Anda menggunakan salah satu interface RS-232 to LogicLevel seperti skema yang diulas pada bagian 2 dengan cara menghubungkan konektor DB9F ke konektor COM1 yang tersedia di komputer. Jika komputer tidak tersedia interface COM, Anda bisa menghubungkan input DB9F ke output USB to RS-232 converter terlebih dahulu, kemudian input USB to RS-232 dicolokkan ke USB yang bebas/kosong. Sedangkan koneksi ke-MPEG-nya disesuaikan dengan skema.
Jika Anda menggunakan RS-232 to LogicLevel yang dipakai untuk mengisi ringtone HP tipe lama :
- Potong kabel output, biasanya terdiri dari 3 kabel yang masing-masing berwarna Hitam, Putih dan Biru.
- Hubungkan/solder kabel Putih ke pin RX/RXD pada MPEG board dan hubungkan/solder kabel Biru ke pin TX/TXD pada MPEG board.
- Hubungkan kabel Hitam ke pin GND pada MPEG Board.
- Colokkan input interface (DB9F) ke COM komputer yang bebas.
- Potong kabel output, kabel tersebut berisi 6 kabel yang masing-masing berwarna Putih, Biru, Oranye, Hijau, Hitam dan Merah.
- Hubungkan/solder kabel Putih ke pin RX/RXD pada MPEG board dan hubungkan/solder kabel Biru ke pin TX/TXD pada MPEG board.
- Hubungkan kabel Hitam ke pin GND pada MPEG Board.
- Kabel yang lainnya tidak digunakan.
Untuk lebih jelasnya, lihat gambar/ilustrasi berikut :

Gambar 1: atas: kabel RS-232 to LogicLevel converter untuk mengisi ringtone HP tipe lama (M35/NOK3315), bawah: kabel USB to RS-232 converter.

Gambar 2: close up koneksi kabel.

Gambar 3: koneksi yang dipakai penulis sampai sekarang, menggunakan DKU-5.
MULAI MEMPROGRAM
Setelah semua koneksi sudah dikoreksi ulang, sekarang saatnya menjalankan program untuk mengeflash. Sebelumnya, hidupkan MPEG board dengan memberi supply 5V kemudian jalankan aplikasi MTKtool.exe (link download ada pada bagian 2), jika COM dan koneksi telah diset dengan benar, akan muncul jendela aplikasi MTKTool seperti berikut:
Penjelasan fungsi menu/tombol sebagai berikut:
- Menu Port, digunakan untuk memilih port yang dipakai untuk memprogram.
- Menu BaudRate digunakan untuk memilih BaudRate (kecepatan) port.
- Menu Window, terdiri dari : Cascade = menampilkan semua windows; Bridge = klik menu ini jika menggunakan bridge/USB to RS-232 converter (bukan DKU-5); Partial Erase = klik/contreng menu ini jika ingin menghapus/memprogram alamat memori tertentu; Auto Set Flash Baud Rate = klik/contreng menu ini untuk mensetting program supaya mengeset kecepatan baudrate secara otomatis; Flash Upgrade = menampilkan window upgrade.
- Kotak ‘load bin file’ digunakan untuk menentukan nama file yg akan diprogramkan ke flash EEPROM (MPEG). Klik Browse dikanan kotak tersebut untuk membuka file.
- Kotak ‘backup file’ digunakan untuk menentukan nama file hasil pembacaan dari flas EEPROM (MPEG). Klik Browse dikanan kotak tersebut untuk melokasikan (Save As) file hasil pembacaan/backup.
- CheckBox Verify, contreng kotak ini untuk memverify ulang secara otomatis ketika penulisan program (writing).
- High Speed, contreng kotak ini jika ingin mode High Speed (hardware harus mendukung).
- USB to UART Bridge Controller, contreng kotak ini jika menggunakan USB to RS-232 converter (DKU-5 dan COM langsung jangan dicontreng).
Dalam urusan pemrograman/flashing, backup data adalah langkah yang harus dilaksanakan, tujuannya untuk mengecek apakah koneksi sudah sesuai/cocok sekaligus untuk menyimpan file hasil bacaan dari flash EEPROM yang terdapat MPEG (membaca firmware). Sedangkan langkahnya :
- Isikan nama file pada kotak ‘backup file’ untuk file hasil backup. Nama file sebaiknya diisi dengan nomor desain/sasis/PCB pada MPEG (misalnya AL1389E-2AL-1.bin), tujuannya adalah untuk mempermudah mencari firmware ketika dibutuhkan. Karena firmware desain/sasis/PCB yang berbeda mempunyai firmware yang berbeda pula. Secara default, lokasi file terdapat pada folder dimana aplikasi MTKTool terinstal.
- Klik tombol Backup. Jika proses backup berjalan sukses, tampilannya seperti pada gambar (tergantung setting).
- Jika berjalan sukses (s/d 100%), ulangi proses backup dengan nama file backup yang berbeda (misalnya AL1389E-2AL-2.bin).
- Sekarang bandingkan file pertama dengan file kedua dengan menggunakan program FC.exe (FileCompare bawaan windows) dengan perintah :
- masuk dulu ke CommandPrompt, klik start–run-ketik cmd – OK
- pada prompt dibelakang tanda ‘>’ ketik FC /b nama_file_pertama nama_file_kedua
- nama file pada perintah FC tersebut termasuk dengan nama foldernya. Contoh :
FC /b D:\dvd\mtk\AL1389E-2AL-1.bin D:\dvd\mtk\AL1389E-2AL-2.bin - Jika kedua file tersebut cocok/sama, silahkan simpan/diarsipkan untuk menambah koleksi bin/firmware karena sewaktu-waktu bisa diprogramkan pada MPEG yang mempunyai nomor sasis/desain/PCB yang sama.
Gambar : proses backup/pembacaan yang berjalan mulus.
FLASH UPGRADE/MEMPROGRAM
Sebelum mengeflash sebuah MPEG DVD, sebaiknya backup dulu firmware pada MPEG yang akan diprogram!!!
- Isikan nama file pada kotak ‘load bin file’, jika ragu/tidak hapal lokasi/nama filenya, gunakan tombol browse dikanan kotak tersebut untuk mencari.
- Klik tombol Check Sum, catat check sum yang ditampilkan pada kotak LOG.
- Pastikan check box Verify tercontreng.
- Klik tombol Upgrade. Jika proses upgrade berjalan sukses, lihat apakah check sum file (lihat LOG pada baris terakhir) apakah sama dengan chek sum yang sudah dicatat sebelumnya. Jika tidak sama, ulangi langkah upgrade.
- Reset MPEG dengan mematikan power supply MPEG kemudian hidupkan lagi. Lihat apakah MPEG dapat bekerja dengan normal.
Gambar : proses upgrade 100%
CATATAN
- Kabel DKU-5 yang penulis pakai menggunakan driver Prolific dengan seri PL2303HXA. Jika Anda menggunakan kabel DKU-5 yang asli Nokia drivernya memakai driver DKU-5 dari CD bawaan kabelnya (driver aslinya).
- Silahkan bereksperimen. Jika ada permasalahan/kesulitan, mohon memberi informasi pada komentar atau email ke zaenal.electronic@gmail.com.
- Masih bersambung ke bagian IV (terakhir), terima kasih telah menunggu dan semoga bermanfaat.
program dvd
MEMPROGRAM/MENGEFLASH MPEG DVD MEDIATEK MT1389
BAGIAN IV MENGUPAS FIRMWARE MT1389
Dalam satu file binnary/firmware hasil download/membaca dari mpeg dapat dipecah dalam beberapa bagian. Contoh bagian-bagian dari firmware adalah bagian code/program dan data. Untuk membatasi topik/tema, penulis hanya mengulas tentang data logo, data/tabel remote key dan data/tabel keyboard atau tombol panel.
PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
MENGEDIT LOGO

Gambar 1: logo sebelumnya.

Gambar 2: logo setelah diganti.
Langkah-langkahnya :
Gambar 3: edit logo.

Gambar 4 : convert.bat
MENGGANTI TABEL REMOTE
Langkah-langkahnya :
Gambar 5: RC_RemoteTab

Gambar 6: edit remote hex
MENGEDIT TABEL VFD KEY
Caranya sama dengan mengedit tabel remote, perbedaannya hanya pada item VFD_ButtonTab. Nama file untuk menyimpan tabel sebaiknya dinamakan key.bin.

Gambar 7: edit button
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MaBreaker yang telah melakukan penelitian, membuat dan menyediakan resource guna penulisan artikel ini.
PENUTUP
Tulisan ini hanya bersifat ulasan untuk pengembangan diri dan tidak menganjurkan kepada siapapun untuk meng-crack firmware DVD, karena mungkin Firmware yang terdapat pada produk DVD dilindungi oleh undang-undang. Segala resiko ditanggung sendiri. Terima kasih.
2009 Penulis
BAGIAN IV MENGUPAS FIRMWARE MT1389
Dalam satu file binnary/firmware hasil download/membaca dari mpeg dapat dipecah dalam beberapa bagian. Contoh bagian-bagian dari firmware adalah bagian code/program dan data. Untuk membatasi topik/tema, penulis hanya mengulas tentang data logo, data/tabel remote key dan data/tabel keyboard atau tombol panel.
PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
- Software/program MTKRemaker. Anda bisa mendownloadnya pada link berikut : http://personal.inet.fi/cool/mediatek/programs/mtkremaker/MTKReMaker023b6.zip
- Software MTKMPEGTool. Anda bisa mendownloadnya pada link berikut : http://personal.inet.fi/cool/mediatek/programs/mtkmpegtool/MTKMpegTool01b1.rar
- Software HEX editor, penulis menggunakan software XVI32 HEX Viewer.
- Notepad atau teks editor.
MENGEDIT LOGO

Gambar 1: logo sebelumnya.

Gambar 2: logo setelah diganti.
Langkah-langkahnya :
- Buat backup dulu file yang akan diedit (dikopi). File kopian/backup tersebut yang nantinya akan diedit
- Jalankan program MTKRemaker. Buka file kopian/backup tersebut. Klik pada data part – skin – MPEG 0 (jelasnya lihat gambar 3)
- Klik kanan pada gambar pilih Save Image, simpan dengan nama file logo.bmp pada folder program MTKMPEGtool.
- Silahkan edit file gambar tersebut, pertahankan UKURANNYA SAMA (dalam byte) dengan aslinya. Simpan dengan format JPG (jangan JPEG2000) menjadi logo.jpg.
- Buat file teks (dengan notepad) ketik baris berikut : jpeg2yuv.exe -Ip -L0 -n1 -v0 -f25 -j logo.jpg | mpeg2enc.exe -f3 -n p -b 1000 -a 1 -v 0 -o logo.mpg (jelasnya lihat gambar 4). Kemudian simpan file dengan nama CONVERT.BAT pada folder yang sama dengan file logo. File convert.bat, mpeg2enc.exe, jpeg2yuv.exe dan logo.jpg HARUS berada dalam folder yang sama.
- Jalankan file convert.bat untuk mengkonversi file logo.jpg menjadi logo.mpg
- Kembali ke MTKRemaker, klik kanan pada list MPEG 0, klik Replace. Isi/buka file logo.mpg klik Open.
- Simpan file firmware, setelah tersimpan, tuliskan/upgradekan ke MPEG board (langkah-langkahnya pada bagian 3).
Gambar 3: edit logo.
Gambar 4 : convert.bat
MENGGANTI TABEL REMOTE
Langkah-langkahnya :
- Buat backup dulu file yang akan diedit (dikopi). File kopian/backup tersebut yang nantinya akan diedit.
- Jalankan program MTKRemaker. Buka file kopian/backup tersebut. Pada list, cari item yang bernama RC_RemoteTab (biasanya di dalam Code). Klik kanan item tersebut pilih Save, simpan dengan nama remote.bin
- Backup file remote.bin terlebih dahulu.
- Buka file remote.bin tersebut dengan program HEX Editor, edit tombol dengan cara mengedit angka-angka yang tersedia (dalam heksadesimal). Jangan menambahkan atau mengurangi panjang/ukuran file. Karena bilangan kode remote belum diketahui, maka untuk mencocokkan remote hanya dengan coba-coba....???
- Setelah selesai diedit, simpan file remote.bin. Jumlah Byte atau ukuran file sebelum dan sesudah diedit HARUS sama.
- Kembali ke MTKRemaker. Klik kanan pada item RC_RemoteTab pilih Replace, buka/isi dengan file remote.bin yang telah diedit.
- Simpan file firmware, setelah tersimpan, tuliskan/upgradekan ke MPEG board (langkah-langkahnya pada bagian 3).
Gambar 5: RC_RemoteTab
Gambar 6: edit remote hex
MENGEDIT TABEL VFD KEY
Caranya sama dengan mengedit tabel remote, perbedaannya hanya pada item VFD_ButtonTab. Nama file untuk menyimpan tabel sebaiknya dinamakan key.bin.
Gambar 7: edit button
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MaBreaker yang telah melakukan penelitian, membuat dan menyediakan resource guna penulisan artikel ini.
PENUTUP
Tulisan ini hanya bersifat ulasan untuk pengembangan diri dan tidak menganjurkan kepada siapapun untuk meng-crack firmware DVD, karena mungkin Firmware yang terdapat pada produk DVD dilindungi oleh undang-undang. Segala resiko ditanggung sendiri. Terima kasih.
2009 Penulis
servic polytron
TV POLYTRON MX-5202,R517 terbakar terus
Beberapa hari yang lalu dapet servisan tv Polytron type MX-5202 yang menggunakan aisy single HBT-00-04G dengan kerusakan estafet alias nruntun alias sambung menyambung alias opo maneh yo? hehehe.....wis pokoke kerusakan nggak satu tok,gitu aja ya! hehehehe...awal kerusakan seperti pada gambar di atas,yaitu gambar blangking putih di sertai penyempitan gambar di kiri kanannya dan LED indikator menyala redup sekali. Kerusakan yang seperti ini karena disebabkan hilangnya/ngedropnya tegangan 5V yang masuk ke pin Vcc CPU aisy single yaitu pada pin 9,kemudian saya cek area tegangan 5V tersebut dan di dapati ada R517=180ohm dalam keadaan terkapar karena terpanggang tegangan dari 30V,dan ada juga diode zener D512=5.6V dalam keadaan short,dan juga satu lagi diode zener 5.6V di bagian PCB panel depan juga short (lupa nomernya aku hehehe....) Setelah penggantian ketiga komponen tadi,saya pun coba nyalakan tv nya untuk melihat reaksinya dan m@k ngik...ngik...ngik....ngik....ngik.....raster tidak muncul di sertai dengan LED yang berkedip-kedip seirama dengan suara tadi,kemungkinan dari FBTnya sumber bunyinya. Kemudian saya lakukan pengukuran tegangan 5V di pin 9 aisy single ini dan di dapati hanya terukur 2.5V saja ck..ck...ck..ck...dan setelah saya ukur resistansinya terhadap ground pin ini adalah SHORT !!!!!........aduuuuuuuhhhh....... Akhirnya pengembaraan pun di lanjutkan di luar meja kerja alias berburu aisy single ke service center POLYTRON di Jl.Diponegoro,Madiun,dan Alhamdulillah stock masih banyak dan harganya relatif terjangkau yaitu Rp75rb saja hehehehe......... Aisy single sudah di tangan dan bergegas pulang kemudian langsung di pasang dan m@k tul...tul...tul...hehehe....begitu suara nyolder aisynya,dengan hati dag dig dug serrr tv pun saya nyalakan dan m@k BYAAKK......,YES!! tv pun sudah nyala normal kembali,dalam keadaan nyala tanpa antena alias bluescreen saya biarkan tv standby sendiri kurang lebih 10/15 menitan lah,naaaaaaah,,......di saat tv standby inilah ada susulan kerusakan lagi,yaitu R517=180ohm menjerit-jerit karena terkapar terpanggang oleh tegangan 30V dan efeknya yaitu kebul-kebul alias terbakar,saya ganti lagi terkapar lagi,saya ganti wattnya yang lebih gede juga terkapar lagi ,weleh,...weleh..
Akhirnya saya pun berdiskusi dengan rekan Ndowie via YM mengadukan tentang permasalahan ini,dan akhirnya di buatlah nota poin-poin pencegahannya dan sudah di buatkan thread di solderkita.com, Forum Komunitas Bengkel Elektronik. Kembali ke permasalahan terbakarnya R517,setelah mengikuti petunjuk nota poin-poin pencegahan dari Kang Ndowie ternyata penyebabnya adalah T506=C1815 sudah gemblung,kemudian saya menggantinya dengan transisitor yang kemampuannya lebih gede yaitu type D400,dan setelah di coba nyalakan tv dalam keadaan standby R517 itu pun sudah tidak terkapar lagi hehehehe...... Permasalahan tidak berakhir di sini,setelah R517 sudah tidak kebul-kebul lagi giliran panel yang nggak berfungsi begitu juga dengan remotnya,jadi tv hanya dalam keadaan standby saja, di ON kan dari panel maupun remot nggak bisa ON,padahal sebelum terjadinya kebakaran R517 tv bisa ON sendiri,setelah KUKUR-KUKUR disik saya pun lakukan pengukuran tegangan di kedua pin krystalnya di dapati masing-masing pin terukur 1.9V dan 1.3V dan ini adalah normal,beralih ke pin RESET aisy single di dapati tegangan sebesar 4.4V berarti normal,naaaaah berarti yang gemblung aisy RESETnya yaitu IC702=KIA7045AP,ternyata terbakarnya R517 tadi telah membuat aisy reset tewas,kemudian saya cabut aisy reset dan saya coba ON kan dari remot/panel ternyata belum respon,kemudian saya paksa reset dengan mengSHORTkan pin 2 dan 3 aisy reset sekejap saja m@k tul.....dan akhirnya bisa ON deh dari remot/panelnya,penggantian aisy reset pun di lakukan dan saya test lagi dengan mengON-OFFkan dari remot sudah respon kembali,panel juga berfungsi kembali hehehehe..... Setelah semua fungsi remot dan panel sudah normal kini giliran masuk ke penyettingan,maklum karena habis ganti aisy single baru kali aja datanya ada yang tabrakan,karena setelah di tv operasikan gambar normal tapi suara bisu hehehehe....adapun setting OPTIONnya adalah : OPTION0 01000001 OPTION1 10010010 OPTION2 00001001 OPTION3 00001100 OPTION4 00010000 OPTION5 00000000 OPTION LANG 00000001 OKE Rekan-Rekan Selamat Berjuang dan Bekerja!!! SUKSES SELALU BUAT ANDA Thank You Full for Kang NdowieTV DIGITEC Syuga DS-1462,Gambar Menyempit
Posted on June 10, 2010
Siang tadi dapet telepon dari POS POM Lanud Iswahyudi Maospati untuk memperbaiki televisi di kantor komandan,langsung saja saya ke TKP heehehe.....sampai di tempat saya langsung melakukan pengecekan secara visual,tv saya nyalakan sebentar untuk mengamati reaksinya,jadi keluhannya begitu tv di nyalakan gambar bisa full normal,tapi setelah beberapa menit gambar mulai menunjukan adanya perubahan,gambar mulai menyempit sisi atas dan bawahnya hingga bersisa sekitar 5 cm saja tepat di tengah layar,dugaan pun ke area vertikalnya hehehehe...... Tanpa pikir panjang lagi tv pun langsung saya obrak-abrik,dan di dapati tv ini menggunakan aisy program M37211M2-503SP,aisy kroma TDA8361 dan aisy vertikal TDA3653C,dan saya lakukan pengukuran tegangan di area vertikalnya,dan hasilnya tegangan 24V ada,tegangan output vertikal 15V juga ada,naaaah......berarti mung elko tok iki penyebabe hehehehe.....langsung aja babat habis semua elco di area vertikalnya,dan dengan percaya diri yang sangat tinggi tv langsung saya nyalakan dan M@K BLOOOOOOONG.........!!!!! ternyata masih tetep saja nggak bergeming sama sekali reaksinya hehehehehe.......jadi malu saya hik...hik....hik.... :(( Akhirnya perang gerilya pun di gelar untuk menangkap biang kerok sesungguhnya,di mulai dengan pengecekan semua Resistor yang berhubungan dengan aisy vertikal sampai ke pin V.OUT dan VRAMP aisy TDA8361,dan tertangkaplah si biang kerok kerusakan yaitu R402=330K dalam keadaan putus,fiuuuuh.....akhirnya ketemu juga ya kamu......YESS!!!!
Setelah penggantian SEBUAH Resistor tok kuwi pun,akhirnya tv bisa normal kembali hehehehe.......woalah-alah ngertio ngono yo ora tak reboisasi elco-elcone mau yo yo....haduuuuh! yo wis lah ora opo-opo,sing penting oleh tambahan pengalaman hehehehe....SUKSES BUAT REKAN-REKAN SEMUATV POLYTRON Jadul DM-1485 Gambar Putih Polos Tanpa OSD
Posted on June 1, 2010
Dapet lagi servisan tv Polytron jadul type DM-1485 dengan keluhan,ketika tv di hidupkan gambar yang tertampil di layar hanya berupa layar putih polos tanpa OSD,tv ini menggunakan IC program HB-11-01/M34300-505SP dan IC kroma TDA8305A dan pertempuran pun di mulai. Pertama saya lakukan pengecekan pada semua tegangan mulai dari B+,24V,185V,16V,tegangan 33V,9v pada IC kroma,5v pada IC program,kesemuanya ada dan normal-normal saja.Haduuuuuh......apanya lagi nih? akhirnya aku berkesimpulan kalo raster noise salju nggak ada berarti sinyal belum sampai masuk ke bagian penguat video,ya udah aku ubeg bagian videonya,naaaaaah......akhirnya ketangkep juga biangnya wakakakaka.....yaitu transistor T311=BC547,langsung aja aku ganti dengan yang baru dan langsung saya coba nyalakan tv dan M@K BYAAAAK......raster langsung muncul beramai-ramai hehehehe......koyo semut ngrubung gulo wakakakaka............
Raster sudah muncul tapi OSD kok belum nongol-nongol juga,walaaaaah......dapet bonusan lagi nih!!,ubeg lagi bagian H.Sync dan V.Sync nya dan di temukan T712=BC547 dalam keadaan sekarat alias megap-megap nafasnya hehehe.....langsung ganti baru lagi dan coba hidupkan lagi tvnya dan M@K CLIIIIING.......OSD nongol sambil plengah-plengeh kisinan wis konangan wakakakaka....... Akhirnya garapan udah kelar dan terus nompo bayaran,pulang pun dengan senyum yang lebar wakakakaka.......OKE REKAN-REKAN SUKSES SELALU BUAT ANDA SEMUA!!!TV POLYTRON mati standby
Posted on May 28, 2010
Kemarin siang dapet panggilan servis lagi di Ds.Kauman,Karangrejo dengan tv Polytron type PN 14323KFA yang menggunakan aisy program HBK-00-01,aisy kroma TDA8841,aisy vertikal LA7840 dengan keluhan tv tidak bisa hidup,jadi hanya led indikatornya saja yang menyala,saya coba pencet tombol POWER di remot kontrolnya lampu led bereaksi tapi kembali ke posisi standby lagi,begitu pun jika tombol PROG+ di panel tv di pencet.Kecurigaan saya pun tertuju pada elco untuk tegangan 50V nya,eeeiiiiittt......ternyata salah,si elco masih segar bugar rupanya hehehe.......kemudian beralih ke rangkaian vertikal,di sini pun nggak ada yang mencurigakan,hmmmmm.....akhirnya pemeriksaan pun saya alihkan ke area aisy programnya,saya lakukan pengukuran tegangan pada pin Vcc nya dulu,alangkah terkejutnya aku,karena saya dapati tegangan pada pin Vcc nya cuma 3.4V saja,padahal normalnya 5V,hmmm....ada yang ngorupsi nih tegangan wakakakaka......saya telusuri satu per satu jalur tegangan Vcc nya dan sampailah pada komponen L510:0.33ohm,di sinilah kejanggalan terjadi.
Rupanya L510 yang menghubungkan antara pin Vcc aisy program dengan tegangan 5V tersebut putus tus tus tus.......yang membuat kinerja aisy program abnormal,karena di pasaran nggak ada L kayak gini,ya udah saya ganti saja dengan R 1/4watt:1ohm saja.Dan alhamdulillah tv pun bisa beroperasi dengan normal kembali.SUKSES BUAT REKAN_REKAN SEMUA!!!TV POLYTRON MX-20323 Terprotek
Posted on March 5, 2010
TV POLYTRON MX5136 Cacat Raster
Posted on February 15, 2010
TV POLYTRON MX5217 Gambar Menyempit Kiri Kanan
Posted on December 25, 2009
TV POLYTRON MX51323 dan MX 20323
Posted on December 22, 2009
Protek Pada Tv POLYTRON Minimax DIPE
Posted on July 25, 2009
Beberapa hari yang lalu saya dapet servisan tv merk POLYTRON generasi Minimax yang sudah menggunakan DIPE engine type MX52P65L,dengan keluhan tv tidak bisa hidup bertahan lama,setiap 5 sampai 10 menit tv akan kembali ke posisi standby/terprotek,kadang juga susah bila di hidupkan.Seperti biasa terlebih dahulu aku lakukan penyolderan ulang pada bagian regulator,horizontal,dan vertikal,tak lupa cek elco-elco yang nggak beres,seperti C507=10uf/63v yang menggembung,yang kemudian saya ganti dengan 100uf/100v,dan juga beberapa elco pada output regulator 14v nya,dan kemudian saya coba nyalakan tv,akan tetapi permasalahan belum juga teratasi,tv masih tetap kembali ke stanby,hmm....apa lagi yang rusak ya? akhirnya saya hidupkan tv dan saya ukur tegangan protek pada IC programnya yang ternyata terukur hanya 2,4V saja,padahal normalnya sekitar 5V,ya udah saya telusuri aja jalur protek tersebut yang akhirnya menuju ke rangkaian vertikal,di situ ada C415=10uf/50v,sekilas memang masih kelihatan bagus tapi begitu saya lepas,ternyata bocor bagian bawahnya,langsung aja saya ganti elco tersebut,dan saya hidupkan tv,BYAAK...tv pun nggak mati-mati lagi,YES! ALHAMDULILLAH,langsung bayaran he he he,semoga kesuksesan selalu tercurah buat rekan-rekan semua!servic kode sharp
Kumpulan macam-macam cara Service Mode Sharp
Cara.1 (model lama)
Cara.2
Cara.3
Cara.4 (slim dengan UOC kotak)
Cara.5
Cara.1 (model lama)
- Cari sebuah switch NORMAL – SERVICE
- Bentuknya mirip switch yang digunakan pada bagian vertikal
- Lokasi ada pada main-pcb bagian belakang dekat dengan TUNER
- Untuk masuk service mode – pindah ke posisi SERVICE
Cara.2
- Power on
- Pastikan adjustment gambar pada posisi NORMAL (dengan remot)
- Short-kan JA137 & JA138 sekitar 1 detik kemudian lepas lagi, maka akan masuk pada service mode.
- Navigasi menggunakan Ch dan Vol
- Untuk exit matikan pesawat
- Power off
- Short-kan terus sementara JA137 dan JA138
- Hidupkan pesawat
- Tunggu sekitar 30 detik otomatis data default kan ditulis kedalam memori
Cara.3
- Main-switch off atau cabut power-cord (kabel listrik)
- Tekan dan tahan secara bersamaan Vol-down dan Ch-up pada front panel
- Hidupkan pesawat
- Navigasi menggunakan Ch dan Vol dengan remote
- Exit matikan main-switch (data disimpan secara otomatis)
Cara.4 (slim dengan UOC kotak)
- Power on
- Pastikan adjustment gambar pada posisi NORMAL (dengan remote)
- Shortkan pin-5 Mikrokontrol sekitar 1 detik dan lepas kembali (atau JA483 dengan JA484)
- Tekan MENU untuk memilih MODE yang akan diadjust (Adjust Mode, Check mode, Option mode dll)
- Navigasi menggunakan Ch dan Vol
- Tunggu sekitar 4 detik sebelum pindah ke adjustment lainnya agar data disimpan dahulu secara otomatis
- ·Power off
- Shortkan terus sementara pin-5 Mikrokontrol ke ground (atau JA483 dengan JA484)
- Hidupkan pesawat
- Tunggu sekitar 30 detik dan otomatis data default akan ditulis kedalam memori
- Jika data default gagal – kemungkinan dapat disebabkan karena ABL britnes terlalu terang atau ada problem pada ABL
Cara.5
- Tekan MENU pada remote
- Selanjutnya tekan angka 4-7-2-5
- Navigasi menggunakan Ch dan Vol
- Untuk exit matikan pesawat
persamaan plybek konka
- BSC25-0232A (Tv Sharp type 51DXF200,51WF200MS)
- JF0501-32601 (Tv Sharp type 21GXF250E2)
- FA-135WJZZ (Tv Sharp type 14R20D)
- BSC25-0216F
- FA-094WJ-SA (Tv Sharp type 51X200MS)
- FA-133WJ (Tv Sharp type 21DF251E)
- BSC24-2688S
- JF0501-19133 (Tv Konka type K2138CZ,K2178C)
- BSC25-2692S (Tv Konka type K2139C3)
- BSC25-0206 (Tv Konka type K1438C3)
- BSC25-2666S (Tv Konka type K2129F2)
- BSC25-0106 (Tv Konka type K1418C)
- BSC25-0111 (Tv Konka type K21
polytron
POLYTRON PROBLEM PROTEK

TV POLYTRON juga kadang mempunyai masalah di sistem memori internalnya ( pada ic program seri STVxxxx).
Gejalanya adalah pada saat di nyalakan ,beberapa detik mau menyala sekitar 10-15 detik.Timbul suara sebentar ,setelahnya protek/standby.
Ini di sebabkan sedikit error pada data memory yg terdapat di dalam IC program.
Untuk mengatasi hal seperti ini , anda cukup melakukan trik yg akan saya berikan berikut ini:
Nyalakan pesawat TV seperti biasanya, dan tunggu posisi tv dalam keadaan protek/standby,gunakan remote orsinilnya ,tekan tombol menu pada remote dan tahan sekitar 3 - 5 detik hingga tv menyala secara otomatis.
Biasanya Tv langsung normal kembali,karena data dalam memory telah di reset ulang secara otomatis ke keadaan PP ( pactory preset ).
Kenapa bisa terjadi begitu? sebab kalau pada posisi TV standby.tombol power memberi sinyal perintah hidupkan ( ON ) pada IC program.Kalau pada posisi standby, tombol menu yg ditekan terus dalam sekian detik akan memberikan input RESET data memory ( flash).Dan jika kondisi memory normal,maka dalam hitungan 'timing' tertentu perintah tersebut akan di artikan sebagai sinyal masuk ke posisi MENU SERVICE.Dan sistem secara otomatis akan meminta passcode untuk masuk kedalam sub menu service.
Kode passcode nya adalah 1013 untuk setelan dasar ( fitur) dan 1014 untuk mengatur parameter -parameter utama ( H-frek, V-amp, AGC, AFC dll)
Dan jika anda mendapat problem seperti yg saya utarakan di atas,cara tersebut adalah yg paling mudah untuk mengatasinya.Tapi sebelumnya pastikan dahulu bahwa semua titik solder dalam mesin TV tidak bermasalah, ada baiknya anda teliti dulu semua titik solder sebelumnya.
Karena apa? sebab sistem proteksi juga akan membaca keadaan rangkaian sebelum tegangan-tegangan normalnya akan diaktifkan.jika ada masalah di titik solder ( biasanya terdapat pada titik kaki IC vertikal ,kaki FBT, regulator) sistem akan tertahan ke posisi protek.
Saya rasa cukup sekian dan mudah-mudahan bisa berguna bagi anda....terima kasih.
PROBLEM KLASIK TV POLYTRON MINIMAX series

Problem klasik POLYTRON MINIMAX series.
Mulai generasi minimax produsen polytron ( PT.Hartono istana electronic ) membuat rancangan power supply jenis baru dari yg sebelumnya menggunakan TR reg type: D1877/78 dengan rangkaian baru menggunakan trafo jenis baru dan transistor power reg. nya berjenis FET yaitu :FS5KM/FS 7UM / FS 10UM.
Masalah yg sering terjadi pada regulator jenis ini adalah : kalau boleh saya katakan "cacat produksi " karena pada komponen regulator untuk mensupply tegangan driver horisontalnya menggunakan kapasitas 10uF/63Volt.Padahal kalau kita lihat di mainboard nya, ukuran untuk kapasitor ini cetakan nomor komponen dan jarak kaki kapasitor tersebut seharusnya menggunakan kapasitas yg lebih besar lagi ( contoh pada type MINIMAX MX 1452 MG ) terlihat di kapasitor nomor : C 507 ( 10uF/63V).
Akibatnya kadang terjadi drop supply tegangan 50Volt untuk driver horisontal setelah melewati dua buah resistor 470 ohm/2watt ke tarfo driver horisontal.menyebabkan kondisi pesawat TV selalu dalam keadaan standby.
Inilah kerusakan yg sering terjadi dan pertamakali sebelum kerusakan yg lain.

Jika anda mendapatkan kasus seperti ini dimana kadang tv sangat sulit dinyalakan,meskipun pada kondisi tertentu bisa hidup,tapi lebih sulit menyala,maka ikuti tip's saya berikut ini.
Ganti kapasitor tersebut ( c507 pada seri MX1452MG) atau sangat mudah anda cari untuk type yg lain, yaitu elco yg terdekat dengan dua buah elco besar ( 1000 uF/50v) di depan regulator berkapasitas 10uF/63V, di ganti dengan elco 100uf/63V atau 100uF/100V.
Saya jamin tv dapat beroperasi secara normal...
Rabu, 23 Maret 2011
protek sharp TDA 938XXXX(universe)
TENTANG PROTEKSI PADA TV SHARP (TDA93xx) DAN KODE KEDIP --TDA938x-IX3410 (wonder), TDA938x-IX3386 (universe)--
Prakata: Di beberapa daerah, dan beberapa bengkel tv, sasis ini merupakan momoknya bengkel tv (selain sasisnya tv sanyo, tentunya). Dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan berusaha mengurangi terjadinya aksi ganti mesin terhadap sasis ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan menjadikan berkah dunia akherat, Aaaaaaaamiin.
-------------------------------------------
PROTEK/SENSOR PADA TV SHARP
Seingat penulis, sejak dulu, produk-produk tv sharp dilengkapi dengan sistem proteksi. Jika ditemukan kejanggalan/ketidaknormalan, tv akan protek dengan sendirinya (untuk keamanan perangkat/user). Dan sekarang ini, hampir semua tv ber-merk juga menggunakan sistem proteksi. Tetapi jika dibandingkan dengan proteksi kepunyaan tv sharp, nggak ada tandingannya. Oleh sebab itu, penulis tidak heran jika tv sharp menjadi momok bagi bengkel tv.
Hampir semua bagian/blok tv sharp dilengkapi dengan sensor protek dengan jenis dan metode yang berbeda-beda, antara lain :
- Sensor Tegangan : v heater, B+ 115V, B+ vertikal, 12/16V dan tegangan-tegangan lainnya. Proteksi tegangan terdiri dari OverVoltage dan NoVoltage. Komponen yang dipakai untuk sensor tegangan biasanya menggunakan dioda (zener/dioda biasa--1N4148).
- Sensor Output/input blok: output vertikal (Vertical Guard), H sync, dll. TV akan protek jika tidak ada output/signal atau tegangan output dalam bentuk DC.
- Sensor Sync: walaupun jarang, proteksi ini biasanya sudah masuk di dalam IC jungle/chroma.
- X-ray protection: menyensor tegangan ABL, berfungsi guna menyensor tegangan HV (karena ABL adalah minusnya HV).
- dan yang terbaru, proteksi data digital. Karena rangkaian didesain sekompak/seringkas mungkin (dijadikan dalam 1 chip), maka sistem proteksi juga dimasukkan ke dalam IC tersebut. IC-ic tersebut akan mengirimkan data ke IC-program jika sistem (dalam ic tersebut) ada yang tidak beres, kemudian ic program akan memproteksi/mematikan perangkat tv.
BOOT UP DAN SELF TEST
Penulis akan mencoba menjelaskan urutan BootUp. BootUp adalah tahap-tahap beroperasinya tv, dari mati hingga beroperasi secara normal. Jangan heran jika sasis tv sharp yang memakai TDA93xx munculnya gambar agak lama...., karena ic programnya muter-muter dulu (kerennya SelfTest).
Tahap-tahap self test (mohon koreksinya) sebagai berikut :
- Regulator beroperasi dengan baik--> adanya tegangan standby (3,3V), osilator kristal pada ic-program bekerja untuk memberi denyut/clock ic program.
- Program reset, reset dikontrol oleh IC reset (PST573, pada goldstar/merk lain KIA70) , pada pin 60.
- Setelah reset, program meload/membaca EEPROM (mengambil data servis). Jika gagal membaca/load --> protek.
- Setelah membaca EEPROM, program akan mencoba untuk menghidupkan tv (power on), diawali dengan menghidupkan regulator ke posisi ON (B+ 115V penuh), diikuti dengan beroperasinya osc jungle (horisontal dan vertikal). Untuk sementara, sinyal video dalam keadaan MUTE.
- Setelah trafo flyback bekerja, ic program (dengan bantuan zener, dioda-dioda), menyensor/mengecek tegangan-tegangan vital. Jika ditemukan ketidaknormalan, tv akan protek.
- Proses pengecekan tegangan diikuti oleh pengecekan input/output amplifikasi (vertical out, X-ray, dll).
- Tahap berikutnya adalah pengecekan sinyal/sync, sinyal video dimasukkan dan diproses (saat ini, output ke tabung/video drive masih di MUTE --> belum ada gambar/raster), tujuannya adalah mendeteksi dan memastikan bahwa osc hor dan vert tersinkronisasi oleh video/raster. Jika sync gagal, tv akan protek.
- Pengecekan digital/data servis. Sebelumnya, tv dinyalakan berdasarkan setting yang tersimpan dalam data servis (EEPROM), jika data tidak bisa diset, tv akan protek. misalnya. pada data NICAM diset pada 1 (NICAM=1) padahal pada rangkaian/tv tidak terdapat rangkaian NICAM, tv akan protek. Tahap ini adalah tahap pengecekan data digital (internal).
- Pengecekan digital eksternal (peripheral, diluar IC), program akan mengecek keberadaan peripheral/alat2 tambahan diluar IC melalui bus data (SDA dan SCL, menggunakan protokol I2C), kemudian mengeset peralatan-peralatan tersebut dengan data sesuai yang tersimpan dalam EEPROM. Pada sharp Wonder, peripheral/peralatan luar antara lain: Tuner (PLL), AN5891K (SoundProcessor) dan M52797SP (AV switch), jika komunikasi ke/dari perangkat2 luar tersebut gagal/terganggu, tv akan protek.
- Setelah semuanya beres, sinyal video di UNMUTE (ditampilkan).
- Selama beroperasi, ic program selalu memonitor semua pintu proteksi.
Untuk tahap 5 dan 6 diatas, menggunakan pin protek yaitu pin 8 (normalnya sekita 3,2v) pada IX3386 dan IX3410.
KODE KEDIP
Untuk mengetahui dimanakah error/protek tersebut terjadi, pabrik sharp melengkapi produk tvnya dengan kode kedip. Kode kedip bisa diketahui dari panjang/pendeknya dan jumlah kedipan lampu LED indikator. Daripada pusing mengukur panjang/pendeknya kedipan, lebih mudahnya dihitung saja jumlah kedipannya. Kode kedip ditunjukkan dengan cara:
- Kode kedip menggunakan LED merah, kalo hijau yang berkedip mungkin bukan kode kedip.
- Sebagai gambaran (gunakan imajinasimu), kode kedip 4 akan ditunjukkan sebagai berikut : lampu led menyala 4 kali (lamanya kira2 200ms setiap menyala--kira2 seperempat detik--), kemudian jeda/mati kira2 setengah detik (400ms) -- menyala/kedip lagi 4 kali --> jeda/mati kira2 setengah detik (400ms) --> kedip lagi 4 kali ........ begitu seterusnya.
Sedangkan jenis kode kedipnya beserta jenis kerusakannya sebagai berikut (berdasarkan pengalaman penulis), sebagai berikut :
- Kedip 1 kali : bus data error mungkin disebabkan program gagal dalam membaca memory atau bus data (SDA, SCL).
- Kedip 3 kali : Jungle (osc horisontal, vertikal), bisa juga disebabkan karena x-ray (ABL).
- Kedip 4 kali : Sinkronisasi gagal, video/raster tidak terdeteksi, VIF. Switch AV perlu diperhatikan.
- Kedip 6 kali : Internal peripheral, nicam, SIF. Disebabkan data service yang tidak sesuai.
- Kedip 7 kali : internal setting, format signal, setting decoder. Disebabkan data service yang tidak sesuai.
- Kedip 8 kali : Tuner (gagal mengeset frekuensi tuner atau tuner tidak terdeteksi), juga bisa disebabkan peripheral luar (misalnya AN5891K, M52797SP) karena bus terganggu.
catatan: untuk kedip 2 dan 5 (atau kedip lainnya), penulis belum pernah menjumpai (jika ada yang pernah menjumpai mohon kontribusinya).
TIPS PERBAIKAN SASIS INI
- Jika tv dinyalakan langsung merah (tanpa kedip), cek trafo FB, tegangan-tegangan vital, R625 (SMD) nilainya 180K, dari jalur 180V.
- Jika kedip 1 s/d 4, langkahnya : operasi semua solderan, kalo perlu disolder ulang. Lebih-lebih pada R dan C SMD dibawah ic Vertikal. Kalau belum manjur, ada komponen yang rusak seputar rangkaian Jungle, pin yang perlu dicek : pin 21 (Vdrive A), pin 22 (VdriveB), pin 33 beserta rangkaian hor drive. Tegangan-tegangan vital perlu juga dicek.
- Jika kedip 4 keatas, masuk saja ke service mode. TV akan menyala dan sempat untuk mengecek tegangan-tegangan. Kalo perlu ubah setting service mode. (tulis dulu setting awalnya, sebelum melakukan perubahan).
- Jika kode kedip berubah-ubah, misalnya ketika dinyalakan berkedip 8 kali trus dimatikan, dinyalakan lagi ternyata kedipnya berubah jadi 4 kali, yang perlu dicek adalah jalur bus data (SDA, SCL). Pada Wonder, cek dua zener 5V (D302, D303) lokasinya dekat dengan AN5891.
- Sebelum berniat untuk menyolder, sebaiknya cek dulu data service modenya.
- Dengan memahami tahapan Self Test, akan lebih mudah mengetahui letak kerusakannya.



mantap blognya bos...
BalasHapus